HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Media Massa / 28 Januari 2016

Siapkan Pendanaan, SMF Jajaki Terbitkan Obligasi Rp 2,2 Triliun

Jakarta- PT Sarana Multigriya Financial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 2,2 triliun pada tahun ini. Aksi korporasi itu, merupakan strategi perseroan menyiapkan pendanaan terkait penyaluran pembiayaan sebesar Rp 6,1 triliun pada 2016. Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto mengatakan, dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini perseroan membidik penyaluran pinjaman naik 16,81 persen dari Rp 3,51 triliun menjadi Rp 4,1 triliun. Sedangkan, dari sisi sekuritisasi menggunakan mekanisme efek beragun aset surat partisipasi (EBA SP) dibidik sebesar Rp 2 triliun, tumbuh signifikan dari realisasi EBA SB pada 2015 sekitar Rp 200 miliar. Sementara dari sisi target EBA SP tahun ini berbanding RKAP tahun lalu sebetulnya sama, yakni Rp 2 triliun. “Guna mendukung penyaluran pinjaman, tahun ini kami berencana menerbitkan obligasi 3-4 kali. Sekarang masih proses penunjukkan penjamin emisi, dan soal pengurusan itu mungkin nanti Februari atau awal Maret mendatang ya,” ujar dia di sela paparan kinerja di Jakarta, Kamis (28/1). Tahun lalu, perseroan juga berencana menerbitkan jumlah obligasi sebesar Rp 2,2 triliun. Namun, sejalan karena situasi pasar kurang kondusif, SMF hanya menerbitkan obligasi Rp 1,57 triliun yang dipecah menjadi tiga kali penerbitan. “Oleh sebab itu, tahun ini kami juga akan tetap memantau kondisi pasar,” tutur Raharjo. Sementara jika melalui sekuritisasi, bank yang bekerja sama dengan SMF menjual aset kredit pemilikan rumah (KPR) dengan kualitas baik. Kemudian setelah itu, aset tersebut dijadikan EBA SP dan dijual di pasar modal kepada investor. Dari sisi bank, mereka mendapatkan pendanaan baru yang memiliki tenor panjang. Sementara untuk penyaluran pinjaman, terdiri dari mekanisme refinancing dan repo KPR. Dalam menyalurkan pinjaman, SMF mengumpulkan dana dari penerbitan obligasi maupun medium term notes (MTN). Di sisi lain, perseroan juga memiliki ekuitas yang hingga akhir 2015 mencapai Rp 5,21 triliun. Dalam RKAP tahun 2015, SMF menyasar dapat menyalurkan pinjaman sebesar Rp 3,5 triliun dan yang terealisasi lebih menjadi Rp 3,51 triliun. “Guna menaikkan penyaluran pinjaman, kami akan meningkatkan kerja sama dengan BPD (bank pembangunan daerah). Kemudian untuk sekuritisasi, SMF akan menjajaki kerja sama dengan bank syariah selain dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN),” ungkap Raharjo.

 

http://www.beritasatu.com/ekonomi/345523-siapkan-pendanaan-smf-jajaki-terbitkan-obligasi-rp-22-triliun.html

×