HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Media Massa / 28 Januari 2016

2015, Aliran Dana Jangka Panjang SMF Meningkat 22 Persen

Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sepanjang 2015 mencatatkan pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi yang melambat. Total akumulasi dana jangka panjang yang dialirkan ke pasar pembiayaan primer perumahan hingga akhir Desember 2015 tumbuh 22 persen menjadi Rp 20,25 triliun dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 16,54 triliun. “Aliran dana jangka panjang paling besar kepada penyaluran pinjaman sebesar Rp 14,5 triliun dan sekuritisasi Rp 5,6 triliun,” kata Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Raharjo Adisusanto di Graha SMF, Jakarta pada Kamis (28/1). Sehingga total penyaluran dana kepada penyalur kredit kepemilikan rumah (KPR) dibandingkan modal disetor mencapai 6,75 kali. Sesuai misinya, SMF ingin mengalirkan dana jangka panjang dari pasar modal ke sektor perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan penyaluran pinjaman. Selama tahun 2015, animo Bank Pembangunan Daerah (BPD) kian meningkat. Tercatat di tahun 2015 ini, SMF telah menyalurkan pembiayaan kepada empat BPD yaitu Bank Jateng, Bank Sumut, BPD DIY, dan Bank Kalbar. Selain peningkatan kinerja di tahun 2015, SMF juga berhasil mempertegas perannya dalam menjalankan kegiatan sekuritisasi sebagai penerbit Efek Berangun Aset berbentukSurat Partisipasi (EBA-SP) pertama, dengan pencatatan perdana EBA-SP KPR, “SMF-BTN01”, senilai Rp 200 miliar di pasar modal. Dalam skema EBA-SP tersebut, peran SMF yaitu sebagai penerbit sekaligus penata sekuritisasi, pendukung kredit, dan investor. Raharjo menuturkan bahwa untuk tahun 2016, SMF akan berupaya meningkatkan penyaluran pinjaman pada perbankan syariah dan bank daerah selain perbankan konvensional melalui pendanaan dari pasar modal. Selain itu, SMF juga berupaya meningkatkan edukasi kepada perbankan untukmelakukan sekuritisasi melalui instrument EBA-SP agar perbankan dapat mengurangi risiko kredit atas KPR akibatadanya risiko mismatch. Melalui sekuritisasi, perbankan memperoleh likuiditasnya kembali sehingga dapat disalurkan lagi ke masyarakat dalam bentuk KPR. Selain itu debitur yang tagihannya di sekuritisasi mendapatkan pembiayaan jangka panjang dari pasar modal. Indah Pujiastuti/Yosi Winosa/WBP Majalah Investor
http://www.beritasatu.com/ekonomi/345494-2015-aliran-dana-jangka-panjang-smf-meningkat-22-persen.html

×