HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Berita / 8 Februari 2018

SMF Gelar Sharing Knowledge Seputar Pembiayaan Syariah

 

 

Pakar Keuangan Syariah dari Dewan Syariah (DSN) memaparkan materinya di hadapan para peserta, dalam Kegiatan “Sharia Sharing Knowledge Session” yang digelar di Grha SMF, pada Kamis (8/2).

Jakarta 8 Februari 2018 – Bertempat di Grha SMF, Jalan Panglima Polim I No.1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, pada Kamis (8/2) SMF menggelar Kegiatan “Sharia Sharing Knowledge Session”. Kegiatan yang dibuka oleh Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo, tersebut dihadiri oleh para peserta yang terdiri dari internal SMF, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Direktorat Pengelolaan Pembiayan dan Risiko Keuangan Negara, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR,Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Sektor Keuangan, dan Badan Kebojakan Fiskal, Kementerian Keuangan. Adapun berlaku sebagai pemateri adalah para pakar ekonomi syariah dari Dewan Syariah Nasional, diantaranya  Muhammad Bagus Teguh, Hassanuddin, dan  Igi Hasyim.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan sharing knowledge ini digelar untuk memperkaya pemahaman para peserta terkait proses pembiayan syariah baik dari segi governance (kepatuhan), akad, serta potensi pengembangan pembiayaan syariah apa dapat disinergikan bersama SMF. “Melalui materi yang disampaikan pada sharing knowledge pada hari ini, kami harapkan dapat menambah pengetahuan kita bersama untuk dapat dikontribusikan dalam pengembangan pembiayaan syariah di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Heliantopo berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dalam implementasi kegiatan bisnis SMF dan stakeholder, utamanya agar dapat berkontribusi dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. “Pasar Pembiayaan Indonesia saat ini masih didominasi oleh sistem pembiayan konvensional. Sementara itu, seperti kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi besar bagi industri keuangan syariah, dengan komposisi demografis dan pertumbuhan ekonomi yang cukup menjanjikan,” ungkapnya.

 

 

×