HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Berita Bina Lingkungan / 21 Februari 2016

Hari Peduli Sampah : SMF Gerakkan Warga Tapos, Depok Aktif Kelola Lingkungan


Depok (21/2) – 
Dalam rangka hari peduli sampah nasional  PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, bekerjasama dengan YIAB (Yayasan Inspirasi Anak Bangsa), pada Minggu (21/2) secara resmi membuka program bantuan sosial “Kampung SMF (Sehat Mandiri dan berFaedah)”, yang berlokasi di Jalan Raya Tapos, Kelurahan Cipaeun, Tapos, Depok.  Bantuan pemeriksaan kesehatan dan obat-batan gratis juga diberikan kepada masyarakat kurang mampu.

Peresmian Kampung SMF dilakukan langsung oleh Direktur SMF, Sutomo beserta jajaran manajemen. Peresmian tersebut juga dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat.Sutomo yang juga merupakan Pembina program Bina Lingkungan SMF, mengatakan bahwa program Kampung SMF, ini akan berlangsung selama 6 bulan ke depan. Adapun program tersebut mencakup, penyediaan sarana dan prasarana kampung (penyediaan tempat sampah dan pengadaaan tanaman hijau, perbaika kesehatan warga (bakti sosial berupa pengobatan gratis), penguatan potensi wilayah (pelatihan/workshop tanaman hijau, pelatihan kerajinan dari barang bekas atau berbahan sampah, pengadaan lomba lingkungan hijau antar RT diwilayah RW 07), dan perbaikan infrastruktur (pembersihan sungai dan selokan kampung bebas dari sampah).

“Target program ini  adalah menciptakan lingkungan binaan SMF yang bebas sampah, dan menjadi hijau, sehingga warga dapat terbebas dari potensi penyakit, karena lingkungan yang lebih sehat,” kata Sutomo, dalam kesempatan tersebut.

Beliau berharap program ini bisa memberikan pengaruh positif kepada masyarakat, sehingga dapat berjalan secara berkesinambungan, mengingat pengelolaan lingkungan khususnya sampah adalah hal yang krusial, terlebih di daerah perkotaan dengan masyarakat yang padat dan konsumtif.

“Perbaikan infrastruktur sungai melalui kegiatan membersihkan sungai dan selokan di lingkungan kampung, diharapkan dapat memberikan perubahan lingkungan dan menjadi contoh bagi lingkungan RW lainnya. Semoga dapat meningkatkan kepedulian bagi pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai,” ungkap Sutomo.

Warga masyarakat di sekitar Kecamatan Tapos, memiliki sejumlah permasalahan kesehatan yang bersumber dari sungai yang mengalir di sekitar pemukiman. Kondisi sungai terlihat buruk dengan sampah yang menumpuk disertai bau tidak sedap.

Persoalan sampah di perkotaan merupakan persoalan yang pelik. Kepadatan penduduk membuat konsumsi masyarakat kian tinggi, sementara lahan untuk menampung sampah terbatas. Setiap tahunnya, kota-kota di dunia menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Bank Dunia, memperkirakan pada tahun 2025 jumlah tersebut bertambah hingga 2,2 miliar ton. Hasil riset Jenna R Jambeck  (www.sciencemag.org) menobatkan Indonesia sebagai penyumbang sampah, khususnya plastik ke dua terbesar setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Srilangka. Manajemen sampah yang buruk, utamanya di Negara-negara berkembang, menjadi salah satu faktor pemicu, kesadaran masyarakat dirasa masih sangat kurang.

×