HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Sambutan Direktur Utama

KEGIATAN USAHA PERUSAHAAN

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mengemban misi dari pemerintah untuk mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Tujuannya adalah untuk menambah percepatan volume KPR di Indonesia dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan sehingga terjangkau oleh masyarakat, terutama masyarakat menengah bawah. Kegiatan pengaliran dana dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu memfasilitasi program sekuritisasi bagi penyalur KPR, serta menyediakan fasilitas pembiayaan kepada penyalur KPR dengan sumber dana dari penerbitan surat utang. Kedua program tersebut merupakan kegiatan utama Perseroan.

KONDISI MAKRO EKONOMI

Sebagai bagian dari masyarakat ekonomi dunia, kinerja perekonomian Indonesia juga terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Di tahun 2017, kondisi ekonomi global mulai menunjukan sejumlah perbaikan. Hal ini ditandai dengan perbaikan ekonomi di negara-negara maju dan penguatan peran ekonomi dari negara-negara berkembang.

Tiongkok dan Amerika Serikat yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2017 berhasil membukukan pertumbuhan ekonomi yang positif. Setelah terus menerus tertekan selama 7 tahun terakhir, tahun 2017 ekonomi Tiongkok tumbuh positif dengan pertumbuhan sebesar 6,9%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang sebesar 6,7%. Demikian juga halnya dengan Amerika Serikat yang berhasil meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3% pada tahun 2017 setelah tahun sebelumnya hanya mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 1,5%.

Perbaikan ekonomi di negara maju tersebut meningkatkan permintaan atas produk global menopang kenaikan kinerja ekonomi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu terjaga dengan baik dan tumbuh sebesar 5,07% di tahun 2017 dibandingkan 5,02% pada tahun sebelumnya. Pengeluaran konsumsi yang mampu memberikan kontribusi rata-rata sebesar 64,0% terhadap PDB Indonesia tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi.

Beberapa indikator ekonomi yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 antara lain: tren penurunan inflasi, nilai tukar rupiah yang relatif stabil di kisaran Rp13.400/USD, serta kinerja perdagangan internasional yang meningkat seiring dengan perbaikan harga komoditas. Bank Indonesia juga melonggarkan kebijakan moneternya di tengah normalisasi global. Secara kumulatif suku bunga acuan turun sebesar 50 bps dari 4,75% ke level 4,25% masing-masing 25 bps pada bulan Agustus dan September 2017. Indonesia juga mendapatkan peringkat investment grade rating dari lembaga pemeringkat internasional dan kenaikan outlook perbankan Indonesia dari stabil ke positif.

Kualitas pembangunan ekonomi di Indonesia juga ditopang oleh kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia. Saat ini peringkat utang negara Indonesia sudah masuk kategori layak investasi oleh ketiga lembaga pemeringkat internasional setelah Standard & Poor’s (S&P) menaikan peringkat utang negara Indonesia menjadi BBBdengan outlook stabil pada tanggal 19 Mei 2017. Kenaikan ini menyusul perbaikan peringkat yang sebelumnya telah diberikan oleh lembaga pemeringkat Moody’s dan Fitch. Peringkat kredit Moody’s untuk Indonesia adalah Baa3 dengan outlook positif yang ditetapkan terakhir pada 8 Februari 2017. Sementara itu, dalam perkembangan terakhir di tahun 2017 Fitch menaikkan peringkat kredit untuk Indonesia satu notch menjadi BBB dengan outlook stabil pada tanggal 20 Desember 2017.

Membaiknya ekonomi Indonesia turut berpengaruh terhadap permintaan kredit perumahan. KPR mengalami peningkatan dari 7% pada awal tahun 2017 menjadi 11,0% pada November 2017. Sementara itu, rasio NPL KPR relatif stabil di kisaran 2,8%.

INISIATIF STRATEGIS

Tahun 2017, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) terus memacu laju pertumbuhan usahanya. Terlebih kondisi makro ekonomi pada tahu 2017 cukup mendukung bagi Perseroan untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan usahanya.

Salah satu langkah yang dilakukan Perseroan tahun 2017 adalah meluncurkan Standar Operasi Prosedur (SOP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Standar Operasi Prosedur (SOP) PPR (Pembiayaan Pemilikan Rumah) Syariah sebagai tindak lanjut dari terbitnya Perpres No. 101 tahun 2016 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Pembentukan SOP PPR Syariah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk mengembangkan skim pembiayaan perumahan berbasis syariah yang dapat dijual di pasar modal. Pengembangan skim dilakukan dengan pemberdayaan pelaku pembiayaan perumahan, baik di pasar primer dengan penerbitan KPR yang terstandar dan di pasar sekunder dengan sekuritisasi KPR, sehingga diharapkan tercipta suatu sistem pembiayaan perumahan dengan biaya murah dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta berkelanjutan.

Bagi SMF, tujuan dari SOP PPR Syariah tersebut adalah untuk memperkuat peran strategis para penyalur PPR Syariah dalam meningkatkan volume penyaluran PPR untuk memenuhi kebutuhan kepemilikan rumah yang layak bagi masyarakat.

Di samping itu, Perseroan juga terus meningkatkan kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah sebagai mitra kerja dalam penyaluran KPR kepada masyarakat. SMF telah menjalin kerja sama dengan hampir semua BPD yang ada di Indonesia. Dan sepanjang tahun 2017, Perseroan melakukan capacity building dan pelatihan terhadap beberapa BPD untuk meningkatkan penyaluran KPR-nya. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan sekuritisasi aset.

Tahun 2017, Perseroan juga mulai menjalankan program KPR SMF, yaitu penghimpunan sejumlah KPR yang berkualitas dari beberapa penyalur KPR. Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, jumlah KPR tersebut sudah dapat disekuritisasi oleh Perseroan.

Hal lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah pada tahun 2017 Perseroan tengah mempersiapkan langkah untuk melakukan transformasi digital. Perseroan melakukan pembenahan terhadap sistem teknologi informasi yang dimilikinya untuk mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan.

Sebagaimana diketahui, Perseroan bermitra dengan bank dan lembaga keuangan yang memiliki sistem TI yang mumpuni. Dengan transformasi digital tersebut diharapkan sistem TI Perseroan dapat “berkomunikasi” dengan sistem TI mitra kerjasamanya dengan lebih baik.

KENDALA YANG DIHADAPI

Tahun 2017, Perseroan masih menghadapi tantangan yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu bagaimana mendapatkan dana jangka panjang dengan tingkat suku bunga yang kompetitif agar Perseroan dapat terus memberikan pembiayaan KPR kepada mitranya juga dengan tingkat suku bunga yang kompetitif. Perseroan berharap naiknya peringkat utang Indonesia menjadi BBB pada tahun 2017 akan mendorong masuknya dana segar dari luar negeri dalam investasi jangka panjang pada surat utang yang diterbitkan Perseroan.

Tantangan lain yang dihadapi Perseroan pada tahun 2017 adalah keengganan bank melepas asetnya untuk disekuritisasi, khususnya pada bank konvensional nasional. Sebagian besar bank konvensional nasional lebih memilih untuk menahan asetnya demi mengejar peningkatan kategori bank tersebut dalam kelompok usaha bank di Bank Indonesia.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Perseroan mengintensifkan kerja sama dengan BPD dan multifinance untuk mendorong mereka memasarkan produk KPR. Perseroan tak hanya sekedar memberikan penyaluran dana, tapi juga membantu BPD dan multifinance dalam menyiapkan SOP dalam memasarkan produk KPR.

Upaya Perseroan dalam menerbitkan SOP KPR BPD dan SOP PPR Syariah merupakan langkah yang dilakukan Perseroan untuk meningkatkan kualitas aset KPR bank. Selama ini, Perseroan menghadapi kendala berupa tidak meratanya kualitas aset KPR yang dimiliki bank. Hal tersebut disebabkan perbedaan standar yang diberlakukan bank dalam menyalurkan KPR.

AKSI KORPORASI

Untuk menopang kegiatan usaha SMF terutama pinjaman yang diberikan, SMF melakukan penerbitan surat utang baik berupa obligasi, Medium Term Notes (MTN), dan Sukuk. Tahun 2017, Perseroan menerbitkan efek bersifat utang berupa obligasi dengan skema berkelanjutan dan diversifikasi pendanaan dengan menggunakan skema syariah melalui penerbitan Sukuk Mudharabah dengan rincian sebagai berikut:


 

KINERJA SMF TAHUN 2017

Indikator kinerja Perseroan tahun 2017 berada pada level yang sangat baik. Hampir seluruh target yang yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2017 dapat terpenuhi. Dalam hal penyaluran dana, selama tahun 2017, Perseroan memiliki 2 (dua) jenis program pinjaman kepada institusi penyalur KPR yakni program Refinancing KPR dan program Repo KPR (Term Purchase Program). Pada tahun 2017 Perseroan telah memberikan fasilitas pinjaman kepada penyalur KPR sejumlah Rp11,10 triliun atau naik sebesar 33,43% dibandingkan posisi tahun 2016 yang mencapai Rp8,32 triliun. Pencapaian tersebut setara dengan 116,14% dari target RKAP yang ditetapkan sebesar Rp9,56 triliun pada tahun 2017.

Dalam hal sekurititasi, pada tahun 2017 SMF telah melakukan sekuritisasi beragam aset piutang KPR yang mencapai sekitar Rp8,16 triliun atau tumbuh sebesar 13,98% dibandingkan pencapaian sekuritisasi tahun 2016 sebesar Rp7,16 triliun.

Secara lebih rinci, pencapaian target tahun 2017 adalah sebagai berikut: (Dalam jutaan Rupiah)

Realisasi total aset terhadap target 2017 sebesar 108,06% terutama berasal dari realisasi penyaluran pinjaman baru tahun 2017 sebesar Rp7.239 miliar dari target sebesar Rp5.700 miliar.

Realisasi total liabilitas terhadap target 2017 sebesar 117,59% terutama berasal dari realisasi penerbitan surat utang baru tahun 2017 sebesar Rp4.177 miliar dari target sebesar Rp3.500 miliar.

Realisasi total terhadap target 2017 sebesar 100,04% terutama berasal dari realisasi laba bersih tahun 2017 sebesar Rp397 miliar dari target sebesar Rp359 miliar.

Realisasi total pendapatan terhadap target 2017 sebesar 110% terutama berasal dari realisasi pendapatan bunga penyaluran pinjaman karena realisasi penyaluran pinjaman baru tahun 2017 sebesar Rp7.239 miliar dari target sebesar Rp6.700 miliar. Realisasi laba bersih terhadap target 2017 sebesar 111% terutama berasal dari realisasi pendapatan bunga bersih penyaluran pinjaman baru dengan bunga surat utang lebih besar Rp48 miliar dari target.

PROSPEK USAHA PERUSAHAAN

Kondisi ekonomi Indonesia tahun 2018 diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun 2017. Pemerintah memperkirakan ekonomi tumbuh sebesar 5,4% sedangkan Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi lebih konservatif sebesar 5,26%. Perbaikan berkelanjutan ekonomi negara maju diharapkan mampu mendorong permintaan komoditas terutama yang berasal dari negara-negara berkembang. Dalam menyusun prospek usaha tahun buku 2018, Perseroan juga mempertimbangkan faktor eksternal tersebut.

Dari sisi industri, potensi permintaan KPR dan KPA diperkirakan meningkat ditopang dengan kebutuhan tempat tinggal yang terus naik setiap tahun. Hal ini dapat dilihat dari kekurangan tempat tinggal (backlog) yang mencapai 7,6 juta di tahun 2014 dan 3,4 juta unit rumah dalam keadaan rusak atau tidak layak huni (sumber: Kementrian PUPR). Angka backlog ini berpotensi bertambah seiring dengan pertambahan penduduk di Indonesia sekitar 305,65 juta jiwa di tahun 2035 dan peningkatan arus urbanisasi. Selain itu, kebutuhan tempat tinggal lebih mendesak seiring dengan kenaikan jumlah rumah tangga di Indonesia yang telah mencapai 65,59 juta rumah tangga di tahun 2015 atau tumbuh 1,3% dibanding tahun sebelumnya. Di sisi lain, pemerintah telah menargetkan sasaran penurunan backlog menjadi sekitar 5 juta di tahun 2019 sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut di atas, SMF telah menetapkan target kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun 2017. Di samping dukungan dari kondisi eksternal, kekuatan internal yakni pengalaman dan rekam jejak kinerja SMF yang membaik dalam beberapa tahun terakhir akan menjadi faktor kunci pencapaian tahun 2018.

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Sebagai bentuk komitmen Direksi terhadap pengembangan SDM, maka Perseroan dibantu Konsultan telah menyusun Road Map Human Capital Management System jangka waktu 2017 – 2019 yang bertujuan untuk mengintegrasikan strategi, proses dan system yang dapat mendukung pengembangan dan pengelolaan SDM lebih optimal.

Fokus pengembangan SDM di Tahun 2017 SDM sesuai road map antara lain:

  1. Manajemen Kompetensi

          Saat ini Perseroan telah memiliki model, kamus, profil kompetensi jabatan serta alat ukur (assessmentsoft competency dan technical competency yang disusun bersama konsultan. Proses              pengkinian ini melibatkan seluruh Subject Matter Expert Perseroan yaitu perwakilan Kepala Divisi dan Kepala Bagian dalam focus group discussion.

  1. Manajemen Kinerja

          Pengkinian kebijakan, proses dan sistem aplikasi penilaian kinerja yang mampu mendorong produktivitas karyawan sehingga sejalan dengan strategi pencapaian target Perseroan

  1. Budaya Perusahaan

         Perseroan telah bekerja sama dengan Konsultan untuk merumuskan kembali nilai-nilai perseroan yang sesuai kondisi terkini, di mana nilai-nilai tersebut telah disosialisasikan pada seluruh           Karyawan. Selain itu, program internalisasi nilai-nilai perusahaan yang baru dijalankan dengan tujuan membentuk prilaku karyawan sesuai nilai perusahaan yang baru.

        Perseroan juga tengah melakukan Penyempurnaan Manajemen Kompetensi Pengembangan Organisasi seiring dengan adanya rencana perubahan Struktur Organisasi di tahun 2018.

MANAJEMEN RISIKO

Pengembangan usaha yang dilakukan Perseroan tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Karena itu, aspek manajemen risiko menjadi salah satu perhatian utama bagi Perseroan.

Tahun 2017, Perseroan melakukan pembaruan atas Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko yang salah satunya mengatur tentang penerapan ISO 31000 pada praktik Manajemen Risiko pada Perseroan. Di samping itu, dimulai pada tahun 2017, Perseroan mengadopsi four eyes principles dalam proses underwriting atau analisa kelayakan dalam pemberian kredit. Dengan diterapkannya four eyes principles, fungsi manajemen risiko lebih diberdayakan dengan memberikan opini risiko dalam proses analisa kredit.

Dengan penerapan four eyes principles, potensi risiko kredit diharapkan menjadi lebih terkendali mengingat proses analisa kredit dilakukan oleh 2 fungsi yang independen. Hal ini juga diharapkan Perseroan dapat memberikan kredit kepada penyalur KPR yang lebih luas mencakup BPD dan perusahaan pembiayaan (multifinance).

  

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Pada tahun 2017, Perseroan telah menetapkan implementasi GCG dalam RKAP 2017. Dalam rangka realisasi dari RKAP tersebut, Perseroan melakukan implementasi GCG secara bertahap melalui perbaikan kinerja yang dilakukan berdasarkan rekomendasi hasil assessment oleh Penilai Independen pada tahun 2016, PT Kharisma Integrasi Manajemen (KIM Consult).

Proses perbaikan kinerja tersebut dilakukan oleh seluruh unit kerja secara konsisten dan menyeluruh dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga kegiatan administratif yang disesuaikan dengan regulasi serta ketentuan internal Perseroan.

Di tahun 2017 Perseroan kembali melakukan pelaksanaan assessment GCG sebagai perwujudan kepatuhan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 88/PMK.06/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Pada Perusahaan Perseroan (Persero) Di Bawah Pembinaan dan Pengawasan Menteri Keuangan yang pada tahun ini dilakukan oleh Multi Utama Indojasa (MUC), Perseroan berhasil mendapatkan skor assessment GCG 81,179 dengan predikat baik dari total bobot penilaian 97,874 (dikurangi Indikator yang dinyatakan tidak aplicable oleh Asesor). Perseroan mengalami peningkatan skor dari tahun 2016 yakni 79,87 dengan predikat baik.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/Perseroan sebagai salah satu BUMN di bawah Kementerian Keuangan melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip Tepat Guna dan Tepat Sasaran; Penyaluran dana PKBL harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Untuk mencapai hal tersebut Perseroan telah membentuk Tim PKBL yang bertugas untuk melakukan survey lapangan, pembinaan dan monitoring dana yang telah disalurkan.

Sepanjang tahun 2017, Perseroan telah melaksanakan program Bina Lingkungan diutamakan pada kegiatan yang berkaitan dengan sektor perumahan, seperti pembangunan MCK, penyediaan air bersih, renovasi sekolah, serta pembangunan sarana/prasarana umum serta keagamaan. Disamping itu Perseroan juga tetap melakukan program pembangunan “manusia”, seperti kegiatan pemberian beasiswa pendidikan untuk anak-anak yatim dan kurang mampu, pemberian bantuan gizi dan kesehatan, pemberian bantuan untuk korban bencana alam, pelaksanaan pendidikan/edukasi tentang Pola Hidup Bersih & Sehat (PHBS), pendidikan psikologis bagi anak jalanan secara berkelanjutan, serta program-program non-fisik lainnya.

PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Tanpa Rapat No. 70 dan penerimaan pemberitahuan kepada Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-AH.01.03-0149891 tertanggal 4 Juli 2017, mengukuhkan komposisi Direksi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Sdr. Trisnadi Yulrisman sebagai Direksi, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pejabat Sementara Direksi Perseroan.

Dengan demikian, komposisi Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

APRESIASI

SMF telah berhasil melalui tahun 2017 yang penuh tantangan dengan capaian kinerja yang cukup membanggakan. Keberhasilan tersebut akan jadi modal yang sangat berharga bagi Perseroan untuk terus berkembang secara berkelanjutan dan siap menghadapi berbagai kondisi lingkungan usaha yang akan terjadi ke depan.

Atas raihan kinerja yang cukup baik tersebut, Direksi memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran manajemen dan karyawan Perseroan atas kerja keras dan dedikasi selama ini sehingga SMF tetap mampu memberikan kinerja terbaiknya. Direksi juga mengucapkan terima kasih kepada Pemegang Saham dan Dewan Komisaris atas dukungan dan arahan yang telah diberikan kepada kami.

Direksi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan kepada seluruh mitra kerja dan nasabah yang telah menjadi bagain yang sangat penting dalam proses pencapaian kinerja Perseroan. Semoga kerja sama yang baik ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Jakarta, April 2018

Ananta Wiyogo

Direktur Utama

 

×