HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Peta Jalan

Perpres 1/2008 juncto 19/2005 memberikan batasan aktifitas yang dapat dilakukan perseroan. Peran utama yang harus dilakukan oleh perseroan adalah melakukan transaksi sekuritisasi, tetapi apabila lembaga penyalur KPR belum siap melakukannya, perseroan dapat melayani penyediaan likuiditas. Kegiatan ini dibatasi sampai dengan tahun 2018.

Setelah itu perseroan lebih diutamakan menjadi katalisator pasar dengan kegiatan sekuritisasi dan penyediaan guarantor program untuk sekuritisasi dan untuk surat utang lembaga penyalur KPR yang memenuhi syarat.

1983

Diskusi Intensif para pemangku kepentingan industri pembiayaan perumahan tentang pendirian lembaga pembiayaan sekunder perumahan.

1993

Kementrian Keuangan (d/h Departemen Keuangan) mengadakan serangkaian studi kelayakan sejak 1993

1998

Pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.132/KMK.014/1998 yang membuka peluang berdirinya lembaga pembiayaan sekunder perumahan, tetapi hasilnya belum terlaksana karena belum ada calon pemegang saham

2005

Pada 22 Juli 2005, Pemerintah mendirikan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan Akta No.59 yang diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 30 Agustus 2005 No.69 Tambahan No.9263. Pendirian Perseroran berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.5/2005 tanggal 7 Februari 2005, tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia dan Peraturan Presiden Republik Indonesia No.19/2005 tanggal 7 Februari 2005, tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan.

2006

Penyaluran pinjaman pertama kepada lembaga penyalur KPR PT Bank Tabungan Negara (Persero)

2007

Penyaluran pinjaman perdana kepada perusahaan pembiayaan

2008

  • Penyaluran pinjaman yang pertama kepada Bank Pembangunan Daerah(BPD)
  • Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No.1/2008 sebagai Perubahan atas Peraturan Presiden No.19/2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan, terutama memuat bahwa Perseroan dapat memberikan fasilitas pinjaman paling lama 10 tahun dari penerbitan peraturan yang dimaksud sampai dengan 2018, dengan jangka waktu penyaluran fasilitas pinjaman paling lama 15 tahun.

2009

  • Realisasi transaksi sekuritisasi yang pertama dengan penawaran umum Efek Beragun Aset(EBA) yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
  • Penerbitan obligasi Perseroan yang pertama (tanpa jaminan) dengan penawaran umum.
  • Penyaluran pinjaman yang pertama kepada Bank Syariah

2010

  • Peluncuran harga pasar wajar EBA bekerjasama dengan PT Penilai Harga Efek Indonesia / Indonesian Bond Pricing Agency (IBPA)
  • Penerbitan obligasi berjaminan agunan tagihan KPR yang pertama dengan penawaran umum
  • Penerbitan Medium Term Notes (MTN) yang pertama melalui penawaran terbatas

2011

  • Penambahan modal disetor sebesar Rp.1 Triliun.
  • Penerbitan obligasi dengan penawaran umum berkelanjutan yang pertama

2012

  • Penetapan EBA Surat Partisipasi sebagai efek oleh Ketua Bapepam-LK berdasarkan Surat Ketua Bapepam-LK Nomor 11663/BL/2012 tanggal 3 Oktober 2012
  • Penghargaan pertama dari media sebagai "BUMN yang Mendukung dan Mengembangkan Pembiayaan Perumahan bagi Rakyat yang Berkesinambungan."

2013

  • Tersusunnya Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang EBA - Surat Partisipasi.
  • Penghargaan pertama yang diterima dari Menteri Perumahan Rakyat, Republik Indonesia sebagai "Lembaga Pendukung Pendanaan Program Pembiayaan Perumahan."
  • Rekor Bisnis dari Harian Sindo dan Tera Foundation, sebagai "Perusahaan Pelopor Pelaksana Sekuritisasi KPR di Indonesia" - Mei 2013
  • Predikat "Sangat Bagus" di Rating 126 BUMN Infobank Award 2013 - September 2013
  • Penghargaan Khusus sebagai BUMN Keuangan Terbaik di antara BUMN Keuangan di bawah Kementrian Keuangan - November 2013

2014

  • Terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.23/POJK.04/2014 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) dalam rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan.
  • Penghargaan dari media di bidang marketing. "Bronze Award" dalam kategori "Strategic Marketing".
  • Penghargaan dari media kepada Direktur Utama sebagai The Best CEO
  • Perseroan menerima tambahan penyertaan modal negara sebesar Rp.1 Triliun.
  • Predikat "Sangat Bagus" di Rating 126 BUMN dari Infobank Award 2014.

2015

  • Peluncuran logo baru SMF pada 22 Juli 2015, menandai semangat baru Perseroan untuk meningkatkan prestasi dan kinerja demi terealisasinya dukungan program “Sejuta Rumah”.
  • Total akumulasi penyaluran pinjaman dari tahun 2006 sampai dengan 31 Desember 2015 adalah Rp14,93 triliun untuk 246.860 debitur KPR, meningkat 32% dari

    31 Desember 2014 sebesar Rp11,091 triliun.
  • Terbitnya POJK No.20/POJK.04 tahun 2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Beragun Aset Syariah.
  • SMF menjalin kerja sama dengan PT Penilai Harga Efek Indonesia atau Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) untuk menentukan harga dasar wajar EBA-SP
  • Penerbitan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA- SP) untuk pertama kalinya sebesar Rp200 miliar.
  • Seminar Nasional dengan tema “Program Sejuta Rumah dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Penyaluran KPR” bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Asbanda dan yang dilanjutkan dengan Penanda tanganan MoU antara Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, SMF dan 7 (tujuh) Bank Pembangunan Daerah (BPD)
  • Perseroan menerima tambahan Penyertaan Modal Negara sebesar Rp1 triliun.
  • Predikat “Sangat Bagus”, atas kinerja keuangan selama tahun 2014 untuk kategori BUMN Industri Keuangan ada Infobank BUMN Awards 2015 dari Majalah Infobank.
  • Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia untuk Program Bina. Lingkungan SMF atas Rekor Pemeriksaan Gigi dengan Peserta Terbanyak.
  • Meraih Bronze Medali kategori Strategical Marketing pada BUMN Marketers Awards 2015 yang diadakan oleh Forum Humas BUMN & Majalah BUMN Insight.
  • Meraih Bronze Medal sebagai Tactical Marketing pada BUMN Marketers Awards 2015 yang diadakan oleh Forum Humas BUMN & Majalah BUMN Insight.

2016

  • Memperluas jaringan kerja sama dengan bank daerah, di antaranya melalui Peluncuran Housing Finance Information System (HFIS) dan Penyerahan SOP Dokumen KPR SMF untuk BPD kepada Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda).
  • Penandatanganan kerja sama dengan Korea Housing Finance Corporation (KHFC), terkait Penelitian dan Program di Bidang Perumahan.
  • Program PKBL SMF, Pemeriksaan Gigi yang dilakukan secara estafet masuk rekor dunia.
  • Pencatatan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) “SMF-BMRI” di Bursa Efek Indonesia, kerja sama SMF dan Bank Mandiri.
  • Pencatatan Efek Berangun Aset, berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) “SMF-BTN 02” di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan rating AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
  • Terbitnya Peraturan Presiden No. 101 Tahun 2016 yang merupakan perubahan ke-2 Peraturan Presiden No.19 Tahun 2005, yang membuka peluang bagi SMF untuk menyalurkan pinjaman tanpa adanya batasan waktu, dengan jangka waktu fasilitas pinjaman paling lama 15 tahun.
  • Perseroan menerima tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun.
×