HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Press Release / 31 August 2016

Gandeng Korea Housing Finance Corporation, SMF Lakukan Riset Pengembangan Pasar Pembiayaan Perumahan

Gandeng Korea Housing Finance Corporation,

SMF Lakukan Riset Pengembangan Pasar Pembiayaan Perumahan

Jakarta 31 Agustus 2016– PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero), melakukan penandatanganan kerjasama dengan Korea Housing Finance Corporation (KHFC), terkait Penelitian dan Program di Bidang Perumahan, pada Rabu (31/8), di The Dining Room, 2nd Floor Bimasena Club the Darmawangsa Hotel.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, dan Presiden KHFC, Mr. Jae-Chun Kim. Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Manajemen SMF dan KHFC, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI, dan Kementerian PUPR.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan upaya nyata sinergi kedua belah pihak dalam mendukung “Asian Friendship Program”, khususnya dalam pengembangan pasar pembiayaan perumahan.

“Adanya kerjasama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dan dasar bagi kedua belah pihak dalam dalam melakukan kerjasama, penelitian, berbagi informasi, berbagi pengetahuan, yang berkaitan erat dengan pembiayaan perumahan,” ucap Ananta.

Senada dengan itu Presiden KHFC, Mr. Jae-Chun Kim, menyambut baik jalinan kerjasama antara KHFC dengan SMF, yang keduanya merupakan perusahaan milik pemerintah dengan peran mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan.

Rencananya kerjasama antara SMF dan KHFC ini akan berlangsung selama satu tahun. Dalam kerjasama ini baik SMF maupun KHFC, akan melakukan eksplorasi solusi, pertukaran informasi kebijakan, serta penelitian terkait 6 hal, yaitu pertama, Instrumen Keuangan yang dapat meningkatkan stabilitas pasar perumahan, kedua, EBA Mortgage Backed Securities (MBS) dan instrument pendanaan lain untuk meningkatkan aliran modal swasta ke pasar perumahan.

Ketiga, pemantauan harga perumahan serta implikasinya untuk pembiayaan perumahan, keempat, program risk management yang memastikan kesehatan pasar MBS. Kelima, perbandingan pembiayaan perumahan, KPR, dan aktivitas investor di Indonesia dan Republik Korea, dan ke-enam mengindentifikasi dan mengurangi hambatan bagi investor swasta dan publik.

Ananta berharap penandatanganan kerjasama ini  dapat lebih meningkatkan sinergi kedua belah pihak dalam memfasilitasi pengembangan Pasar Pembiayaan Perumahan di kedua negara, dan meningkatkan kemampuan serta pengetahuan personil di kedua belah pihak.

“Kami optimis bahwa ke depannya sinergi ini, selain dapat lebih mempererat hubungan kekeluargaan kedua belah pihak, juga dapat menjadi kontribusi dalam pertumbuhan pasar pembiayaan sekunder perumahan di masing-masing negara dalam  mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia,” ungkap Ananta.

×