HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

News / 2 October 2013

BTN Memperoleh Pinjaman dari Sarana Multigriya Rp 500 Miliar

JAKARTA. Demi menambah pendanaan, Bank Tabungan Negara (BTN) kembali mentperoleh pinjaman sebesar Rp 500 miliar dari PT Sarana Multigriya Finansial. Pinjaman yang diberikan menggunakan skema pembiayaan kembali (refinancing) itu bertujuan untuk membiayai kredit penunahan rakyat (KPH) fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Saut Pardede, Direktur Keuangan BTN. mengatakan kerjasama refinancing dengan SMF untuk keempat kali ini dilakukan dalam rangka pendanaan jangka menengah dan jangka panjang. Terutama, untuk membiayai program KPR FLPP. Selama ini, pemerintah memberi dana sebesar 70% untuk program FLPP. Sebanyak 30% sisanya ditanggung oleh bank. “SMF selama ini menjadi mitra strategis BTN dalam penyaluran FLPP.” Rata Saut.

Sejak 2012 lalu, refinancing KPR FLPP antara BTN dan PT SMF mencapai Rp 2 triliun. Rinciannya, pinjaman pertama diperoleh BTN pada Juni 2012 sebesar Rp 500 miliar. Pinjaman kedua diperoleh pada Desember 2012 dengan nilai sama. Sebesar Rp 500 miliar lagi diperoleh pada Juni 2013.

Menurut Saut, BTN juga memiliki opsi pendanaan selain dari SMF. Opsi tersebut berupa penerbitan obligasi dan sekuritisasi aset senilai Rp 3 triliun. “Jadi kami masih harus mencari Rp 1 triliun lagi,” kata Saut.

Dengan perolehan dana itu, kapasitas BTN dalam penyaluran kredit, khususnya KPR FLPP, akan semakin besar. Tidak menutup kemungkinan, bank spesialis KPR ini akan bekerjasama dengan bank maupun lembaga keuangan lain untuk menyalurkan KPR FLPP.

Sekadar informasi, BTN memperoleh porsi penyaluran KPR FLPP sebanyak 99% dari target pemerintah sebesar Rp 69 triliun, atau setara dengan 121.000 unit rumah pada tahun ini. Hingga September lalu, realisasi penyaluran KPR FLPP oleh BTN mencapai Rp 4,5 triliun atau setara dengan 61 ribu unit rumah.

Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto. mengatakan selama ini SMF berkomitmen penuh dalam mendukung program KPR FLPP. “Apalagi program tersebut menyasar kalangan menengah ke bawah,” kata Raharjo.

Selain melalui program KPR FLPP, sejak tahun 2006 hingga akhir September 2013, SMF telah menyalurkan pinjaman kepada BTN sebesar Rp 5,3 triliun dengan nilai outstanding sekitar Rp 3,9 triliun. SMF dan BTN juga telah bekerjasama dalam program sekuritisasi KPR sebanyak lima kali, dengan total nilai Rp 2,95 triliun.

Menurut rencana, BTN akan kembali melakukan sekuritisasi aset senilai Rp 1 triliun pada November mendatang. Saat ini, selain menyeleksi aset. BTN tengah memilih penjamin emisi (underwriter) dan memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sumber : Kontan

×