HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Berita / 8 Juni 2018

SMF Salurkan Dana Pembiayaan KPR Rp1,5 T Kepada Bank BJB

 

Jakarta, Jumat (8/06) – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF memberikan  Pembiayaan bagi penyaluran KPR sebesar Rp1,5 Triliun kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di Indonesia, yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa  Barat dan Banten, Tbk (bank bjb).

Realisasi pinjaman telah disalurkan, pada Rabu (6/6) di Kantor Pusat bank bjb, Menara bank bjb, Bandung. Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo dan Direktur Keuangan bank bjb, Nia Kania bersama Direktur Ritel dan Konsumer bank bjb, Suartini.

Dalam kerjasama tersebut SMF mengalirkan pembiayaan ke sektor perumahan senilai Rp1,5 triliun kepada bank bjb. Ini merupakan fasilitas kedua yang di salurkan SMF kepada bank bjb, dimana sebelumnya senilai Rp200 miliar telah disalurkan pada Desember 2017.

Direktur SMF, Heliantopo mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan komitmen SMF dalam mendukung Program Satu Juta Rumah, melalui penyaluran pinjaman untuk perluasan jangkauan pembiayaan rumah di seluruh Indonesia. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas realisasi kerjasama tersebut, ia berharap kerjasama ini dapat memotivasi BPD lainnya untuk menyalurkan KPR.

 “Ini merupakan upaya kami dalam mendorong peningkatan penyaluran oleh Bank Pembangunan Daerah dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan perumahan di Indonesia, khususnya pada wilayah BPD masing-masing. Kami berharap ini dapat memberikan perluasan akses bagi ketersediaan rumah yang layak bagi masyarakat di seluruh daerah,” Kata Heliantopo.

“SMF telah menunjukkan langkah sigapnya  merespon semakin tingginya demand akan kebutuhan pembiayaan kepemilikan rumah yang layak huni, serta mendukung perluasan jangkauan pembiayaan rumah di seluruh Indonesia,” kata Heliantopo.

Heliantopo juga berharap kedepannya Bank BJB dapat menjadi pelopor sebagai originator pertama dalam mencetus sekuritisasi KPR bagi Bank Pembangunan Daerah, sebagaimana diketahui bank bjb saat ini telah menasional dan berada pada urutan ke 12 dari 115 bank terbesar di Indonesia. “Memperhatikan volume KPR bank bjb yang cukup besar, kami melihat bank bjb memiliki potensi melakukan sekuritisas KPR dikemudian hari,” katanya.

Heliantopo mengaku optimis, dengan adanya sinergi yang kuat, Program Satu Juta rumah dapat tercapai dan memberikan kontribusi luar biasa bagi kesejahteraaan masyarakat diberbagi daerah maupun bagi perekonomian Indonesia ke depan.“Kami yakin bahwa tingginya akses penyaluran KPR oleh BPD di daerah dapat memberikan dampak positif dalam membangun serta memajukan perekonomian di masing-masing daerah. Terkait hal tersebut, dorongan dari Pemerintah daerah untuk merealisasikan hal tersebut sangat kami harapkan,” ungkap Heliantopo.

Terkait sinergi dengan BPD, hingga saat ini SMF telah bekerjasama dengan 27 Bank BPD baik kerjasama untuk program pembiayaan, maupun pendampingan dan pelatihan baik secara ekslusif maupun kolektif. Untuk mendukung pengembangan kapasitas penyaluran KPR oleh BPD,  SMF bekerjasama dengan Kementerian PUPR dan Asbanda telah merilis dan menyerahkan  Standar Prosedur Operasional (SPO) KPR BPD SMF, dan SPO Kredit Modal Kerja – Konstruksi Perumahan SMF (KMK – KP  SMF) kepada seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

PT Sarana MultigriyaFinansial (Persero), merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tahun 2005 di bawah KementerianKeuangan, yang mengemban sebagai special mission vehicle untuk membangun dan mengembangkan PasarPembiayaan Sekunder Perumahan. SMF  memilki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi, dan pembiayaan.

Melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan, sejak awal berdirinya, SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke Penyalur KPR sampai dengan 8 Juni 2018 kumulatif mencapai Rp41,77triliun, terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp10,15 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp31,62 triliun

Terkait rencana kerja di tahun 2018,  SMF akan fokus memperkuat perannya sebagai fiscal tools Pemerintah melalui penguatan model bisnis Perseroan. Hal akan dilakukan melalui peningkatan aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan untuk  memperluas akses terhadap sumber dana murah jangka menengah panjang.

×