HFIS
PT. SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO)

Berita / 18 Oktober 2010

SMF Akan Luncurkan Produk Mortgage Guarantee Untuk Mempermudah Masyarakat Memiliki Rumah

PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara bergerak di bidang usaha pembiayaan sekunder perumahan merencakan meluncurkan produk baru bernama Mortgage Guarantee untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).Produk Mortgage Guarantee adalah bantuan downpayment atau DP (uang muka – red.) dari SMF kepada para debitur kredit pemilikan rumah (KPR). Melalui produk ini diharapkan akan mempermudah masyarakat saat mengajukan KPR terutama masalah pembayaran uang muka yang begitu besar.

Demikian diungkapkan Direktur Keuangan Sarana Multigriya Finansial (SMF) Sutomo pada acara media workshop “Mengenal SMF Lebih Dekat”, di Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (16/10).
Sutomo memberi ilustrasi. Biasanya masyarakat (debitur) dalam membeli rumah melalui KPR memberi DP sebesar 30% dari harga rumah tersebut. Dengan melalui Mortgage Guarantee, maka debitur cuma mengeluarkan 10% dari DP. Sisanya yang 20% menjadi tanggungan SMF. Debitur ini mencicil 20% ke SMF.

“Untuk program Mortgage Guarantee ini, kami akan bekerjasama dengan perusahaan asuransi dan lembaga keuangan perbankan. Untuk saat ini baru satu yang sedang dalam pembicaraan intensif,” kata Sutomo yang enggan menjelaskan lebih lanjut kapan program ini akan diluncurkan karena ada hal yang harus dibicarakan dengan Kementerian Keuangan, Bapepam, Kementerian Perumahan.Rakyat dan Bank Indonesia.

Jika produk Mortgage Guarantee ini diluncurkan, maka akan lebih banyak lagi masyarakat memiliki rumah yang layak dengan harga terjangkau.

SMF sendiri sampai akhir bulan September 2010 telah menyalurkan dana pembiayaan perumahan sebesar Rp 2,35 triliun kepada lembaga keuangan penyalur KPR dengan mendanai 82.043 nasabah KPR. Proyeksi akhir tahun 2010 mencapai Rp3,35 triliun mendanai 110.000 nasabah KPR.

“Tahun depan, target pendanaan SMF antara Rp 4,5 triliun – Rp 5 triliun,” tambah Head of Finance & Accounting SMF, Sony Wisaksono.

Peningkatan jumlah penyaluran KPR itu tidak lain karena pada tahun depan pemerintah bakal mengucurkan dana Rp 1 triliun untuk pengembangan ekuitas perseroan, sehingga mampu memperbanyak pemberian pinjaman kepada sejumlah KPR perbankan.
“Dengan adanya tambahan Rp1 triliun dari pemerintah diharapkan dana yang tersalurkan kepada KPR perbankan pada tahun depan meningkat menjadi Rp 4,5 – 5 triliun dari target tahun ini yang sebesar Rp 3,35 triliun,” jelas Sony.
Hingga September 2010, SMF telah berhasil mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 56 miliar, atau meningkat dibandingkan bulan Juni yang hanya sebesar Rp 38 miliar.
PT SMF ini sendiri berdiri sejak 22 Juli 2005 melalui Peraturan Pemerintah No.5 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden No.1 Tahun 2008 juncto Peraturan Presiden No.19 Tahun 2005 dengan modal dasar Rp 4 triliun dan modar setor Rp 1 triliun, dibawah kendali Kementerian Keuangan, khususnya Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Pemerintah menugasi SMF untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan yang dapat meningkatkan tersedianya sumber dana jangka menengah/panjang untuk sector perumahan yang memungkinkan kepemilikan rumah menjadi terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia. (Rudi)

×